Bupati Edi Serahkan Bantuan Alat Pertukangan Kepada Kelompok Peserta yang Ikuti Pelatihan Furniture

img

Edi Damansyah Bupati Kukar saat menyerahkan bantuan kepada kelompok pengrajin.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Bupati Kukar Edi Damansyah menyerahkan batuan alat pertukangan kepada kelompok peserta yang mengikuti pelatihan furniture perkayuan dan design produk, dan sekaligus melakukan MoU bersama PT Idea Borneo, dalam rangka revolusi perkayuan 4.0 Kukar, menuju Kukar idaman, di workshop PT Idea Borneo Jalan Gunung Belah, Sabtu (26/11/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa OPD Kukar, Camat Tenggarong, Camat Muara Kaman, Camat Kota Bangun, perwakilan Kecamatan Loa Janan, Sebulu dan Kenohan.

Edi Damansyah mengatakan, ada puluhan bantuan alat pertukangan yang diserahkan, semoga bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang telah mengikuti pelatihan. Pemerintah daerah ingin memastikan, pelatihan yang diberikan tersebut, benar benar bisa terserap ilmunya, sehingga mereka bisa menjadi mentor di setiap Kecamatannya masing masing.

"Pelatihan ini adalah bukti pemerintah daerah bahwa, salah satu program Kukar siap kerja, dan tidak berhenti disini saja, namun dipastikan ilmu yang didapat bisa diterapkan," kata Edi Damansyah.

Sementara ada 178 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, yang terdiri dari 2 kategori yakni furniture perkayuan dan design produk. Dari 178 peserta tersebut meliputi 6 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Tenggarong, Loa Janan, Sebulu, Kota Bangun, dan Kenohan.

"Nanti akan kita teruskan pelatihan seperti ini, dengan menyasar ke Kecamatan lainnya, namun harus dimapping dengan baik dengan melihat potensi di setiap Kecamatan," ucapnya.

Dirinya berharap, dengan adanya pelatihan ini mereka bisa membuat usaha sendiri, paling tidak memiliki kreativitas, sehingga memiliki daya saing sangat luar biasa.

Sementara itu Direktur Utama PT Tunggang Parangan Awang Muhammad Luthfi menuturkan, pelatihan tersebut merupakan inovasi yang digodok bersama pemerintah daerah, PT Tunggang Parangan, dan PT Idea Borneo. Sebab melihat potensi Kukar luar biasa.

"Maka dari itu kita kolaborasi memikirkan hulu, tengah dan hilir, jadi kami garap bagian hilirnya bagaimana kita memikirkan pangsa pasarnya dari hasil produk tersebut," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, peserta penyandang disabilitas dari Loa Janan Rudi Asmara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, atas terlaksananya pelatihan tersebut. Semoga pemerintah daerah setiap ada kegiatan bisa melibatkan penyandang disabilitas.

"Kita harus berkarya dan membuktikan, bajwa kita bisa bersaing dengan orang orang yang normal. Kita berharap selain pelatihan, pemerintah daerah bisa memberikan dukungan yang lainnya," pungkasnya.(*riz)